![]() olif Female Indonesia orang telah berkunjung dan membaca kisahku.
|
"Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya." Kadang2 itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi. Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu" [al-baqarah : 216] "Hiduplah seolah-olah apa yang kita miliki hanyalah hari ini saja. Kemarin telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, sedangkan hari esok belum tentu tiba. Rentang kehidupan kita hanyalah satu hari, seolah-olah kita dilahirkan di awal hari itu dan akan mati di akhir hari itu pula." "Sungguh, Dia itu dekat ketika kita dekati, Dia itu Maha Mendengar ketika diseru, dan Dia menjawab ketika diminta, maka rendahkanlah diri anda dihadapan-Nya dan memohonlah kepada-Nya dengan setulus hati. Ucapkanlah terus menerus nama-Nya yang penuh berkah dan katakan kepada-Nya hanya Dia yang berhak untuk disembah." "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [Luqman : 27]
Arum ; Code ; Code-b ; Destia ; Dwidoria ; Farid ; Goha ; Iien ; Himura ; Lisna ; Muse ; Mercu-IT ; Muse-b ; Orange ; Phyta ; Putri ; |
Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa *ERK Akan kemanakah aku dibawanya ? Hingga saat ini .. menimbulkan tanya Engkau dan aku menuju ruang hampa Tak ada sesiapa .. hanya kita berdua Kau belah dadaku mengganti isinya Dihisap pikiranku memori terhapus Terkunci mulutku menjeritkan pahit Hingga KAU BELAH RONGGA DADAKU MENGGANTI isinya DENGAN BATU Hingga KAU KUNCI RAPAT MULUTKU ENGKAU DAN AKU .. BUMI DAN LANGIT Sudah lebih dari 5 hari lagu dari ERK ini menemaniku siang dan malam, and sepertinya sampai akhir minggu ini pun masih "repeat one" untuk lagu ini .. Playlist MP3 memang banyak isinya, tapi hanya lagu ini saja yang diputar Love this song .. apalagi pas bait terakhir yang diulang2 lalu di tambah dengan distorsi gitar diakhir lagu yang nge-rock abizz .. so coolll ... gak bosen2 dengernya .. Selain lagu ini lagu Mosi Tidak Percaya and Tubuhmu membiru .. tragis juga keren .. Di Mosi Tidak percaya ada nada kemarahan ketika denger suara cholil dibagian akhir lagu ini .. tema politiknya juga terasa banget (cocok sama suasana menjelang pemilu sekarang) .. Ini mosi tidak percaya .. kami tak mau lagi diperdaya tubuhmu membiru .. tragis .. lagu dengan durasi yang paling lama di album Kamar Gelap, tapi gak bikin bosen waktu dengernya .. elegan banget hidup tak selamanya linier .. tubuh tak seharusnya tertier coba bukalah mata .. indah dibawah sana tutup rapat kedua telinga .. dari bisikan entah dimana kulihat engkau terkulai tubuhmu membiru .. tragis over all, suka banget sama album kamar Gelap dari ERK .. gegege, kok jadi ngebahas ERK ya .. tapi memang top abiz band indie satu ini .. di tengah mulai banyaknya bermunculan band2 baru yang gak jelas, ERK membius pecinta musik Indonesia dengan lirik dan musik nya .. Oh iya, album pertama mereka (Self Titled) juga keren loh, simak ajha Cinta Melulu or Jalang or Belanja Terus Sampai mati, walaupun olif lebih suka album ini .. Membekukan yang cair .. mencairkan yang beku
Dialog 2 Hati Man Says : "sebuah keberadaan itu selalu ada tatkala kita merasakannya sebagai suatu ruang dan tempat untuk berekspresi ekspresi itu akan ada jika kita mampu melepaskan rasa dan pikir yang kadang tertunda ruang itu adalah media dimana kita menikmati waktu yang bergulir pada masa dan saatnya apapun itu adalah berjalan dan akan berhenti pada saatnya juga" Women Says : "diriku boleh diselimuti dengan pikiran dan kata-kata semua orang boleh pula menebak bagaimana hal itu berbicara namun hanya engkau dan oleh engkau sajalah yang dapat menjabarkannya sedangkan aku hanya dapat menerka dan mencoba menafsirkan apa maksudnya ... bahwa bukan salah ruang ataupun waktu bila ekspresi tak bisa ditunjukkan sepenuhnya .. dan bukan pula salah siapa2 .. namun memang sudah begitu jalannya .. walaupun ruang di masa lalu masih menyimpan perasaan kecewa namun bila keberadaan ruang yang baru terasa lebih baik untuk melepaskan semua rasa dan pikiran yang ada .. cobalah untuk tetap berada disana .. hingga waktu tak bisa mengusirnya dan jika suatu saat keberadaan terganggu oleh suatu rintangan .. cobalah untuk bertahan .. jangan menghilang dan berusaha mencari ruang yang baru cobalah untuk menerima keberadaan dengan atau tanpa adanya pengecualian" Man Says : "ruang hati adalah ruang penuh rasa bibir terkatup mengundang tanya bukan dimana atau kapan berada namun saat kenapa harus ditanya atau harus menanyakan ekpresi rasa adalah ekspresi jiwa... keteduhan hati bukanlah rahasia namun itu adalah sesuatu yang harus dirasa halangan adalah biasa namun merasakan ruang hati mempunyai rasa adalah tak tahu dimana ujungnya" Women Says : "kejujuran hati yang kau beri buatku kecewa .. bukan pada rasa tapi pada waktu yang ada .. Tuhan memang menciptakan hati untuk merasa .. tapi manusia makhluk terbatas yang membutuhkan kejelasan .. karena manusia hanya bisa menerka dan menebak apa yang ada apa yang dirasakan hati belum tentu sama dengan kenyataan yang ada .. dan tak jarang pula bila kenyataan berlawanan dengan apa yang dirasa hidup memang sebuah pilihan .. dan apapun pilihannya hadapi dan jalankan dengan sepenuh hati tanpa paksaan .. tanpa desakan thanks for the thing that i've learn from all precious moment
- a strange dream - "Semalam aku mimpi .. mimpi buruk sekali.." penggalan lirik lagu dari salah satu penyanyi dangdut yang lumayan sering dinyanyiin sama orang2. Dan itulah yang telah terjadi sama olif tadi malam. Entah darimana datangnya mimpi itu. Banyak orang berkata kalau mimpi itu bunganya tidur .. tapi kalau misalnya mimpi buruk, bunganya bunga bangkai kali yach :d .. Di dalam wikipedia disebutkan : " Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra-indra lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep)." Ada juga yang mengatakan kalau mimpi itu merupakan isyarat atau tanda. Kalau yang itu Wallahu al'am bi shawab.. tapi jangan sampai seperti raja Fir'aun yang membunuh semua bayi laki-laki hanya karena bermimpi tentang akan lahirnya anak laki-laki yang akan merebut kekuasaannya. Atau seperti orang2 yang menganggap bahwa dirinya Nabi hanya karena bermimpi dan percaya bahwa itu adalah wahyu. Menurut ilmu psikologi manusia dan ilmu filsafat, mimpi adalah sebagian kecil dari sugesti seseorang dalam menyikapi sesuatu dalam skala yang berlebihan sehingga bermutasi ke alam tidurnya. Jadi sebaiknya mimpi tetaplah hal yang tak nyata, tidak perlu di yakini kebenarannya atau halusinani yang tak terwujud sehingga terbawa-bawa dalam tidur. Back to my nightmare. Bagaimana rasanya jika kita bermimpi bahwa seseorang yang kita cintai memiliki perilaku yang menyimpang, itulah yang terjadi padaku.. bagiku itu mimpi buruk. Lebih baik dia bersama wanita lain, bila dibandingkan melihat dia menjalin hubungan bersama laki-laki alias gay.. tak berani membayangkan jika hal itu menjadi kenyataan. Semoga itu hanya menjadi bunga (bangkai) tidur semata.. Amien
Bitter Sweet "Tapi lo berhak buat bahagia, Key" Ucap Rara. "Gw gak bisa Ra, gw gak bisa jika gw harus bahagia di atas penderitaan orang lain. Apalagi itu teman gw, sahabat gw. Gak bisa Ra, gak boleh kayak gitu" Keysha sedikit berteriak ketika mengatakan hal itu. "Gw tahu itu Key, gw tahu. Dan itu gak akan bisa diganggu gugat, tapi Key.." "Seperti yang lo bilang Ra, gak bisa diganggu gugat" "Tapi Key, lo berhak, lo berhak tuk memperjuangkan cinta lo. Lo sendiri pernah bilang itu" "Gak bisa Ra.. Gak bisa.. Ini beda.. Ini Inka Ra, Inka.." Keysha mulai mengeluarkan air matanya. "Ya sudah, kita bahas lagi nanti ya.. Sudah" Rara menyudahi pembicaraan itu sambil merangkul Keysha yang mulai menangis. --**-- "Ass.. Aku sekarang ada di Jakarta. Ada hal yang ingin kubicarakan. Bisa ketemu di Chocolate Café besok jam 3 sore?" Begitu tulisan yang tertera di HP Keysha dari nomor yang tak dikenalnya. Hatinya bertanya-tanya, mencoba mencari jawaban. Chocolate Café, hanya orang-orang tertentu yang tahu dan pernah pergi bersama dirinya kesana. Tebakannya mengarah pada Raka, tapi hatinya terus saja menolak. --**-- "Mana coba nomornya, siapa tahu gw kenal?" Rara meraih HP Keysha, setelah dirinya menceritakan perihal sms tak bernama itu. "Ah, paling juga sms nyasar" "Yee, dicoba dulu dong.. siapa tahu aja lo kenal. Sms balik aja, tanya namanya" Rara yang memang penasaran menyarankan untuk membalas sms itu, setelah di HP nya pun tak tertera nomor pengirim tersebut. "Perasaan gw bilang sih, itu Raka. Tapi gw gak yakin, gw takut buat berharap" "Siapa tahu aja itu benar-benar dia. Makanya dicoba donk, gak ada salahnya kan buat nyoba. Or gw telpon aja. Gimana?" "Ah, ga ah.. Ngapain sih pake di telpon. Iya, iya.. gw sms balik nih" "Wass.. Maaf, ini siapa ya?. Puas, dah gw sent nich" Akhirnya Keysha menuruti bujukan Rara untuk membalas nomor misterius itu. Namun tiba-tiba saja Keysha diam tak bergeming dengan wajah yang berubah menjadi sedikit pucat. Rara yang melihat perubahan pada Keysha meraih HP itu dan membacanya. "Ini Raka Key. Sorry, aku lupa kasih tahu, ini nomor baru aku" "Gw gak percaya kalo itu bener dia, emang gw sempet berpikir itu dia, tapi Ra. Kenapa dia mesti datang lagi sih, gw benci kalo dia datang lagi, gw takut Ra, takut." --**-- "Kau masih ingat tempat ini? Kau ingat, kejadian lucu yang kita lakukan disini, hehehe .. benar-benar konyol ya? Aku masih ingat ketika dengan bodohnya kita menirukan sepasang kekasih yang sedang bertengkar dan tanpa disengaja mereka melihat hal itu .. lalu dengan kompaknya, mereka memelototi kita. Hehehe .. lucu ya? Apa kabar ya mereka, apa masih jadi sepasang kekasih or malah putus saat itu juga" "Iya, aku ingat ... Jadi, apa yang membuatmu datang ke Jakarta dan mengajak ku bertemu disini?" Keysha sudah benar-benar tak sabar dan ingin segera pergi dari tempat itu. Baginya dengan bersama Raka disana, membuatnya kembali ke masa lalu. Masa dimana dirinya sudah mulai bisa melupakannya. Kalau saja Rara tak bersikeras menyuruhnya datang, mungkin ia tak akan pernah datang lagi ke tempat ini, tempat yang sudah lama tak pernah didatanginya. "Hehehe, kau tak berubah ya, masih sama seperti yang dulu .. Masih bekerja di perusahaan otomotif itu?" "Iya, masih kok" "Wah, hebat ya .. bisa bertahan sampai saat ini, gak ada keinginan untuk pindah? Kalau aku mah sudah melanglang buana kemana-mana, hehehe" Iya, kau memang sudah pergi jauh kemana-mana, pergi jauh meninggalkan semua. Keysha mulai bergerutu di dalam hatinya. "Ya ... gitu deh, lingkungan disana yang membuatku bertahan, suasana kekeluargaan yang sudah terjalin lama" "Iya, suasana kerja yang seperti itu yang bisa membuat kita bertahan lama di suatu tempat kerja. Walau mungkin gaji kecil, namun suasananya asyik, yaaa .. kitanya juga asyik-asyik aja .. iya kan?" Keysha hanya mengangguk untuk memberi isyarat bahwa ia menyetujui perkataan Raka. "Maaf, mau pesan apa?" Seorang pelayan datang menghampiri dan memberikan menu pada mereka. "mmm.. saya vanilla latte mbak. Kamu cappucinno dan cake tirramissu kan? Hehehe, aku masih ingat makanan favoritmu" "Iya mbak, seperti yang mas itu bilang" Keysha mengiyakan pesanan Raka dengan senyum yang sedikit dipaksakan. "Eh, Aku ke kamar mandi dulu ya Ka" "Oh, iya .. silahkan" Saat ini keysha benar-benar bingung dengan maksud Raka yang sebenarnya. Mengajaknya bertemu ditempat ini. Ditambah dengan cerita dan tingkah lakunya yang membuatnya benar-benar ingin segera meninggalkan Raka disini. Cukup lama Keysha didalam kamar mandi, sengaja dia melakukan hal itu, karena memang dirinya ingin meminimalisir waktu pertemuannya dengan Raka. "Minumannya sudah datang, ternyata vanilla lattenya masih sama seperti yang dulu" Kembali Keysha hanya memperlihatkan sedikit senyuman yang dipaksakan muncul dari wajahnya. Dan mungkin Raka sadar akan hal itu, sampai akhirnya ia berterus terang mengatakan maksud dan tujuannya mengajak Keysha ke tempat itu. Tempat yang baginya sangat memiliki banyak kenangan. "Key, sebenarnya .. ada hal yang ingin kusampaikan padamu" Keysha sedikit takut ketika Raka mulai ingin menyampaikan maksudnya. "Tapi aku tak tahu harus memulainya darimana" Raka sedikit gugup dan nampak ragu-ragu untuk memulai mengutarakan maksudnya. "Tapi aku sadar Key, aku harus mengatakan hal ini .. hal yang sesungguhnya telah lama ku simpan dan kupendam dalam hatiku" Keysha sudah benar-benar takut untuk mendengar kelanjutannya, sedangkan Raka sudah yakin dan siap untuk menyampaikannya. "Key, kau ingat ... kurang lebih 2 tahun yang lalu, di tempat ini kita pertama kali bertemu .. Aku masih ingat apa yang kau kenakan saat itu ... Kaos berwarna pink dengan jilbab putih dan bros bunga .. Kau percaya pada cinta pada pandangan pertama? Hmm, dulu aku tak percaya, tapi setelah aku bertemu denganmu saat itu, aku merasakannya .. Aku mencoba untuk menolaknya, mencoba menghindari kenyataan yang ada .. menolak dan tak yakin pada perasaanku saat itu padamu. Takut akan respon darimu. Dan ketika seseorang hadir, aku mulai bimbang akan perasaanku. Dia yang hadir dengan segala perhatiannya, kau ingat, saat itu ayahku baru saja meninggal dunia. Aku tahu tak seharusnya aku mencari pembenaran dari hal itu. Aku mulai beralih padanya dan mencoba menolak akan perasaanku padamu, takut untuk memperjuangkan apa yang ada dihatiku. Kau tahu? Bimbang .. itu yang kurasa." Raka berhenti sejenak untuk menghela nafasnya dan kemudian kembali melanjutkan penjelasannya. Baginya dibutuhkan keberanian yang banyak untuk menyampaikan maksudnya. "Akhirnya aku memilih dia, keputusan yang aku sesali kemudian. Ku coba menjalani hubungan dengannya, tapi aku tetap saja tak bisa melupakanmu, aku tak tahu mengapa, awalnya aku masih menolak perasaanku. Namun, lama kelamaan aku sudah tak sanggup lagi berpura-pura padanya, bersandiwara atas nama cinta. Mungkin memang sikapku yang nampak seperti kabur dari kenyataan bisa dikatakan tidak dewasa. Tapi aku benar-benar bimbang dan ragu akan perasaanku. Ketika kurasa aku tak sanggup lagi menahan semuanya, aku pergi .. pergi dari semuanya. Aku butuh waktu, waktu dimana aku bisa berpikir, mencari jawaban yang selama ini kucari.. Dan dalam masa pencarian itu .. aku banyak belajar, bahwa cinta bukan hanya sebatas pada pandangan pertama atau sebatas perhatian semata. Cinta benar-benar apa yang jujur dirasakan oleh hati kita. Dan jujur, dari dalam lubuk hatiku, aku mencintaimu .. aku tahu, sangat lama waktu yang kubutuhkan tuk menyadari hal ini, dan aku tahu, kalau selama ini aku bodoh dengan tidak berusaha memperjuangkan cintaku. Tapi saat ini itu yang kurasakan, dan aku benar-benar yakin akan hal itu" Keysha terdiam dan benar-benar kaget mendengar penuturan Raka, ia sangat senang mendengar hal itu, ternyata selama ini perasaannya pada Raka tak bertepuk sebelah tangan. Sampai akhirnya ia sadar dan ingat pada Inka. Perasaannya menjadi campur aduk. "Key, aku ingin mencoba mengulang kisah kita yang lalu .. kisah yang selama ini sangat aku impikan .. kisah yang seharusnya dari dulu bisa kujalani .. denganmu, bersamamu .. Kau mau kan Key, mengulang kisah itu .. menjalani lembaran kisah dari awal lagi .. bersamaku?" Keysha masih saja terdiam, dia benar-benar tak tahu harus apa saat ini. Pikirannya menerawang jauh entah kemana. "Key? Aku tahu ini semua terkesan mendadak, dan kau pasti kaget mendengarnya .. tapi aku benar-benar sudah tak bisa lagi menyimpannya .. perasaan ini benar-benar harus kukatakan padamu" Oh Tuhan, mengapa harus seperti ini, mengapa aku harus berada dalam situasi yang membingungkan ini. Aku bimbang dengan apa yang kurasakan sekarang. Ada gemuruh dalam hati Keysha ketika mendengarkan penjelasan Raka. Matanya tak berani menatap Raka, posisinya sedikit limbung. Baginya apa yang dikatakan Raka seperti dongeng dan dia berperan sebagai putri disana, namun tak jelas akhir ceritanya. "Maaf .. Aku tak bisa .." Namun tiba-tiba kata itu yang keluar dari mulut Keysha, karena itu yang terlintas dipikirannya. "Tapi Key, .. kenapa?" "Inka .. " "Aku akan menjelaskan semua padanya, dari awal hingga akhir .. dan ku tahu, ia pasti akan memahaminya" "Sekali lagi maaf .. aku tak bisa" "Setiap orang berhak untuk bahagia, begitu juga dengan kau dan aku" "Tapi aku tak bisa bahagia diatas penderitaan orang lain Ka, tidak di atas penderitaan Inka.." "Tapi Key, aku cinta kamu .. dan ku tahu kau pun merasakan hal yang sama" "Apa pernah kau memikirkan perasaanku saat itu? Kau egois Ka, dengan hanya memikirkan perasaanmu sendiri dan kenapa juga kau harus datang sekarang Ka, kenapa sekarang? kenapa disaat aku sudah mulai bisa melupakanmu, menata hatiku dan mencoba menjalani hidup dengan benar .. apa kau benar-benar tau apa saja yang sudah kulalui sampai dengan saat ini untuk bisa melupakanmu dari dalam hatiku" Perasaan Keysha sudah hampir meledak ketika mengatakan hal itu. "Maafkan aku Key .. aku benar-benar minta maaf jika selama ini aku telah menyakitimu .. tapi semua itu tak ku sengaja .. aku juga sakit Key .." Dengan sangat hati-hati Raka mulai meraih tangan Keysha, namun dirinya langsung menepis begitu saja. "Sudahlah. Semuanya sudah terlambat .. dulu aku memang sangat berharap padamu.. tapi tidak sekarang, disaat Inka muncul dalam hari-harimu" "Tapi Key, itu dulu .. jauh sebelum aku benar-benar sadar akan perasaanku yang sebenarnya, perasaanku yang teramat sangat padamu" Ada sedikit penekanan, ketika Raka berkata hal itu, ia sangat yakin akan perasaannya. "Kenapa selalu saja ada kata tetapi .. kenapa semuanya tidak bisa menjadi sebuah pernyataan tanpa ada sangkalan" "Karena memang itulah yang sebenarnya" "Sudahlah Ka, cukup ... aku tak bisa melangkah lebih jauh lagi .. aku capek Ka, lelah atas perasaanku ini .. dan kuharap kau mengerti" Keysha mulai menggigit bibirnya, menahan air mata yang sebenarnya sudah mengantri ingin keluar dari pelupuk matanya. "Apa yang harus kulakukan agar kau percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu" "Tak ada Ka, tak ada .. sudah cukup semuanya .. aku hanya ingin agar kau bisa membahagiakan Inka, dengan begitu akupun akan bahagia" "Kau serius Key ?" "Serius Ka .. benar-benar serius .. itu yang ku mau" Raka terdiam sesaat, mencoba berpikir, menyesali semuanya dan berharap agar bisa berbesar hati menerima keputusan Keysha. "Apa benar-benar tidak ada kesempatan untukku lagi?" Raka masih tetap berusaha untuk bisa membuat Keysha merubah keputusannya. Keysha terdiam, sebenarnya hatinya bergejolak, namun keputusannya sudah bulat. Baginya dengan melihat Inka berbahagia dengan Raka, itu sudah cukup. Tapi apa benar-benar sudah tidak ada kesempatan lagi untuk Raka. "Kau percaya takdir Ka? bahwa setiap manusia akan diberikan pasangannya masing-masing. Jodoh dan kematian semua ada ditanganNya. Kalau memang kau adalah jodoh yang Tuhan kirimkan untukku, pasti kita bisa bersama, tapi tidak untuk saat ini." Suasana kembali hening. Ada jeda disana, hanya terdengar suara angin yang mulai bertiup kencang. "Baiklah jika itu yang kau mau, aku tak bisa memaksa .. kalau menurutmu aku sudah tidak bisa or patut memperjuangkan cintaku, aku mengalah .. aku akan mencoba untuk ikhlas .. aku takkan mengganggumu lagi, aku akan mencoba untuk tidak memperdulikanmu, untuk tidak berharap agar kau bisa menjadi milikku .. Aku akan mencoba untuk bisa menerima Inka .. Dan asal kau tahu Key, itu semua kulakukan untukmu, atas permintaanmu .. Kuharap kau senang akan hal itu" Raka sedikit meninggikan suaranya saat berkata hal itu, dan Keysha pun sudah benar-benar tak bisa lagi menahan air matanya, ada sedikit perasaan kecewa ketika mendengarkannya. "Untuk terakhir kalinya Key, aku ingin tahu perasaanmu padaku, dan kuingin kau benar-benar jujur atas jawabanmu .. bukan untukku, tapi untuk hatimu" Keysha sedikit kaget ketika kata-kata itu keluar dari mulut Raka, air matanya semakin deras mengalir. Baginya Raka adalah segala-galanya. "Jujur .. aku akui bahwa aku sungguh-sungguh mencintaimu, kau cinta pertama untukku dan tanpa kau sadari kau telah mengajarkan arti cinta yang sebenarnya padaku .. Tapi, aku tak bisa egois dengan perasaanku, dengan mengorbankan perasaan orang lain .. dan aku sadar sepenuhnya, kalau mencintai seseorang itu bukan berarti memilikinya" "Terima kasih atas jawaban yang jujur itu. Kau memang tidak mengorbankan perasaan Inka, tapi apa kau sadar .. Kau tetap saja egois dengan mengorbankan perasaanku" "Karena aku yakin Ka, aku percaya kalau Inka akan benar-benar mencintaimu, benar-benar menyayangimu dan menjagamu .. bahkan mungkin lebih besar dariku .. Jadi, lupakan aku dan kembalilah padanya" *inspired from "Diantara Kalian" by d'massiv*
Baksos Ramadhan Alhamdulillah dibulan Ramadhan kali ini olif masih diberi kesempatan dan kemudahan berbagi bersama anak2 yatim piatu. Baksos pertama, dengan komunitas LaaTahzan (Pengajian selepas kantor setiap Rabu malam) hari Sabtu tanggal 06 September kemarin. Seperti acara2 sosial LaaTahzan sebelumnya, kegiatannya melibatkan anak2 Bantar Gebang juga adik asuh LaaTahzan yang diadakan di rumah Ustad Rusli. Kembali diriku ditugaskan menjadi Kambing (Kakak Pembimbing) buat anak2, so aku diharapkan bisa hadir sebelum adik2nya datang. Janjian di Sentra Mulia jam12, lalu meluncur ke BG. Acara yang ditampilkan sangat beragam dan semuanya dipersembahkan dari anak2 BG dan adik asuh. Mulai dari hafalan doa2, bernyanyi, membaca puisi (dengan Lalu selanjutnya Baksosku yang kedua yaitu dengan komunitas Putuss hari Sabtu tanggal Satu hal, betapa Allah telah memberi kemudahan buat kita untuk mengumpulkan dana dan tenaga, yang dapat kita salurkan pada pihak2 yang membutuhkan .. Semoga apa yang kita berikan pada mereka bisa bermanfaat dan menjadi amal buat kita di dunia dan akhirat. Amin
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||